Forum Berbagi Om Jin


 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  Forum TdForum Td  
Pengunjung
page counter
Latest topics
» Hack Pasword Deep freeze
by wahyudin Wed 28 Dec 2016, 18:59

» Download software organ tunggal gratis
by Nana80 Wed 29 May 2013, 16:40

» Membuat Background foto sendiri pada Facebook anda
by Tamu Mon 18 Mar 2013, 14:48

» Hosting Download/Upload File mudah, cepat, efisien dan gratis
by Om Jin Sun 17 Mar 2013, 12:57

Web / Blog Teman
User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 309 pada Wed 07 Dec 2011, 13:06
Info Forum

Page Ranking Tool



Share | 
 

 Mesjid tertua di desa sumay

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Om Jin
Owner
Owner
avatar

Jumlah posting : 4120
Points : 8694
Join date : 21.09.09
Age : 36
Lokasi : muara tebo / Jambi

PostSubyek: Mesjid tertua di desa sumay   Sat 13 Aug 2011, 21:00


Menyingkap Tirai Sejarah Desa Tuo Sumay di Kecamatan Sumay





MASJID JAOHARUDDIN TERTUA DI TUO SUMAY





Meskipun telah berumur 59 tahun, Masjid Jaoharuddin Dusun Tuo Sumay yang menyimpan misteri ‘Ringgo-ringgo mengamuk’ masih berdiri kokoh, dan senantiasa digunakan masyarakat setempat untuk menjalankan aktivitas ibadah sehari-hari, namun tetap saja kondisi masjid yang sudah tua tersebut membuat sebagian warga merasa khawatir akan ketahanan bangunan fisiknya. Kapankah berdirinyamasjid tersebut? Dan bagaimanakah kisah misteri masjid tersebut? Berikut penelusuran Radar Tebo....


  


Diantara Simpang tiga jalan Dusun Tuo Sumay tampak  berdiri sebuah masjid  tertua yang pertama kali dibangun di Desa Tuo Sumay Kecamatan Sumay dengan kondisi yang terlihat tak tersentuh perawatan sebagaimana  layaknya masjid lain.





Selintas diperhatikan masjid tersebut memang tidak berbeda dengan bangunan musholla sebagaimana didesa-desa lain. Namun setelah ditelusuri, ternyata masjid tua ini menyimpan sejarah dan misteri yang bernilai bagi warga setempat.





Dikatakan orangtua desa setempat, Muhammad Yatin pria berumur 68 tahun,  masjid tersebut dibangun oleh seoarng tuan guru bernama KH.Jaharuddin bersama masyarakat  pada tahun 1952 dengan tujuan sebagai pusat belajar membaca Al-Qur’an dan Ibadah warga Tuo Sumay.


“Konon masjidko dibangun dengan tujuan sebagai pusat peribadatan dan tempat belajar anak-anak maupun pemudo dan orangtuo dalam mengaji qur’an,”tegasnya.





Hingga kini masjid tersebut diberi nama Jaoharuddin, yaitu sebagai tanda mengenang jasa Kyai Tuan Guru Zaharuddin yang telah berperan dalam pembangunan masjid ini pada masa Depati Yusuf. Dan pembangunannya yaitu dengan menggunakan biaya yang terkumpul dari swadaya masyarakat.





“Dulu masyarakat belumbo-lumbo menyumbang untuk tempat ibadah, kareno dinilai merupokan suatu gawe yang sangat baik, dan alhamdulillah dari sumbangan tu dibangunlah masjid ko,”ujarnya.


Tuan guru Zaharuddin sendiri datang kedesa ini yaitu pada tahun 1950an setelah menjalankan syariat islam dalam berdakwah dan mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat awam di Sungai Bengkal pada tahun 1940an.





“Tuan Guru datang kedusun kamiko yaitu pado maso kepemimpinan Depati Muhammad Satin,”terangnya.





Hingga sekarang masjid tersebut masih digunakan warga sebagaimana layaknya masjid, namun diakui warga bahwa sebelum tahun 2004 semenjak berdirinya masjid tersebut warga setempat kerap dikagetkan oleh Ringgo-ringgo yang sering mengamuk.





“Mengamuk disiko maksudnyo, kalo ringgo-ringgo ngamuk begerak atau melenting sehinggo ngeluari suaro ribut, dalam duo atau tigo hari kedepan ado orang nan bakal meninggal, “ujarnya.





Peristiwa ini kerap ditemui warga, apabila ringgo-ringgo sudah berbunyi atau mengamuk, maka paling lambat dalam tiga hari pasti ada orang yang meninggal, dan secara tidak langsung disini sebagian warga mengatakan bahwa hal tersebut ialah pengabar kabar kemalangan.





Namun, sebagaian warga lainnya berpikir lain, seolah-olah keberadaan ringgo-ringgo tersebut dianggap menakutkan warga, karena setiap mengamuk pasti ada orang meninggal.





“dek kekhawatiran warga, pado tahun 2004 lalu, ringgo-ringgo tadi dibuanglah kesungai batang sumayko,”ungkapnya.





Ringgo-ringgo yang terbuat dari bahan kayu tua tersebut dihanyutkan dibatang sumay, dan saat ini diganti dengan ringgo-ringgo besi, dan sejak 2004 hingga kini peristiwa tersebut tidak lagi terulang.wargapun merasa tenang.





Sementara itu, dismping hilangnya kekhawatiran warga dengan keberadaan Ringgo – ringgo tersebut, kini tampak warga meresahkan masjid tua ini dengan kondisinya yang semakin lekang oleh waktu, meskipun bangunan terlihat kokoh, tetapi bagia atap masjid tampak sudah lapuk, bahkan khusunya dibagian tempat berwudhu telah ambruk kebawah.





“Kami beharap ke pemerintah kito, atau siapopun nan mampu untuk ikut serta memperhatikan kondisi kelayakan masjidko, kalo kami Cuma mampu merehab sealakadarnyo be, soalnyo masjid ko sangat bersejarah, dan jasonyo sudah dirasokan masyarakat sejak  59 taun,”pungkasnya.



Source : aswkkp.blogspot
Kembali Ke Atas Go down
http://www.facebook.com/indrabastian.omjin
 
Mesjid tertua di desa sumay
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» oleh2 dari desa sawarna

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Berbagi Om Jin :: TAMAN BACAAN :: HOT NEWS - BERITA HANGAT-
Navigasi: