IndeksFAQPendaftaranLoginbtaman bacaanForum TdBlog Semut Nungging

Pengunjung
page counter
Latest topics
» Download software organ tunggal gratis
by Nana80 Wed 29 May 2013, 16:40

» Membuat Background foto sendiri pada Facebook anda
by Tamu Mon 18 Mar 2013, 14:48

» Hosting Download/Upload File mudah, cepat, efisien dan gratis
by Om Jin Sun 17 Mar 2013, 12:57

» Popup Facebook Like Box Dengan Timer CountDown Untuk Blogger
by Om Jin Sat 16 Mar 2013, 17:29

» activator Sim Aquarium 3
by Om Jin Sat 16 Mar 2013, 13:09

» solfware
by sryvika Tue 05 Mar 2013, 08:08

» organ di computer
by nur idris Fri 25 Jan 2013, 17:24

» organ game tunggal
by awex bae Sat 19 Jan 2013, 12:44

Web / Blog Teman
User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu :: 1 Bot

Tidak ada

User online terbanyak adalah 309 pada Wed 07 Dec 2011, 13:06
Info Forum

Page Ranking Tool





Share | 
 

 Chicken Soup For The Couple Soul Indonesia - Teringat Padamu

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Om Jin
Owner
Owner


Jumlah posting : 4120
Points : 8497
Join date : 21.09.09
Age : 35
Lokasi : muara tebo / Jambi

PostSubyek: Chicken Soup For The Couple Soul Indonesia - Teringat Padamu   Sat 04 Jun 2011, 12:57




Hidup di dalam hati yang kita tinggalkan bukanlah mati.
Thomas Campbell

Alicia von Stamwitz

Wajah Sophie tampak samar dalam cahaya musim dingin yang kelabu di kamar duduk. Dia terlelap di kursi nyaman yang dibelikan Joe untuknya pada ulang tahun perkawinan mereka yang keempat puluh.
Kamar itu hangat dan tenang. Di luar, serpih-serpih salju lembut berjatuhan.
Pukul satu seperempat tukang pos melewati tikungan, membelok ke Allan Street. Hari ini dia agak terlambat,
bukan karena salju, tetapi karena hari itu Hari Valentine.
Ada lebih banyak surat daripada biasanya. Dia melewati rumah Sophie tanpa mengangkat wajahnya. Dua puluh menit kemudian dia naik kembali ke mobilnya, lalu pergi.
Sophie terbangun ketika mendengar mobil pos itu menjauh. Dia melepas kacamatanya lalu melap mulut dan matanya dengan saputangan yang selalu diselipkannya di lengan bajunya. Dia menegakkan badannya dengan
bertumpu pada lengan kursi, pelan-pelan, sambil merapikan kimononya yang berwarna hijau tua.
Sandalnya membuat bunyi kerisik lembut di lantai yang tak beralas ketika dia berjalan ke dapur. Dia berhenti di tempat cuci piring untuk mencuci dua piring yang ditinggalkannya di meja racik setelah makan siang tadi. Kemudian dia mengisi sebuah cangkir plastik dengan air, setengah penuh, lalu menelan beberapa butir pil. Saat itu pukul satu lewat empat puluh lima.
Di kamar duduk, dekat jendela depan, ada kursi goyang. Sophie mendudukkan diri di kursi iru. Setengah jam
lagi anak-anak akan lewat, mereka pulang dari sekolah. Sophie menunggu, duduk bergoyang-goyang sambil memandangi salju.
Yang muncul lebih dulu adalah anak-anak laki-laki, seperti biasa, sambil berlari-lari dan meneriakkan sesuatu
yang tak bisa didengar Sophie. Sambil lewat, hari ini mereka membuat bola-bola salju, mereka saling melempar dengan seru. Sebutir bola salju luput dan menghantam jendela Sophie dengan keras. Sophie terjengkang, kursi goyangnyatergeser ke pinggir permadaninya yang berbentuk oval.
Anak-anak perempuan berlari-lari menyusul anak-anak laki-laki, berdua-dua dan bertiga-tiga, sambil menangkupkan kedua tangan mereka yang terbungkus kaus tangan wol tebal dan tertawa-tawa cekikikan. Sophie mendugaduga apakah mereka saling bertukar cerita tentang kartu kartu Valentine yang mereka terima di sekolah.
Seorang anak perempuan cantik berambut cokelat panjang berhenti dan menunjuk ke jendela tempat Sophie duduk sambil memandang ke luar.
Sophie menyembunyikan wajahnya di balik gorden, tiba-tiba dia merasa malu.
Ketika dia melongok ke luar lagi, anak-anak itu sudah pergi.
Di dekat jendela udara dingin, tetapi dia tetap duduk di situ, memandangi salju berjatuhan menutupi jejakjejak
kaki anak-anak itu.
Mobil pengangkut bunga membelok ke Allan Street. Sophie mengikutinya dengan pandangan matanya. Mobil
itu bergerak pelan. Dua kali berhenti, lalu berjalan lagi. Kemudian pengemudinya meminggir di depan rumah Bu Mason, tetangga sebelahnya, dan berhenti.
Siapa yang mengirim bunga untuk Bu Mason? Sophie menebak-nebak. Putrinya yang tinggal di Wisconsin? Atau abangnya? Tidak mungkin, abangnya sakit keras. Mungkin putrinya. Manis benar anak itu.
Bunga membuat Sophie ingat akan Joe dan, untuk sesaat, dibiarkannya kenangan sedih memenuhi pikirannya.
Besok pagi tanggal lima belas. Delapan bulan lewat sejak Joe meninggal.

Pengantar bunga itu sedang mengetuk pintu depan rumah Bu Mason. Dia membawa sebuah kotak bermotif hijau-putih yang panjang dan sebuah clipboard. Kelihatannya tak ada yang
menjawab.
Tentu saja! Sekarang hari Jumat—setiap Jumat sore Bu Mason pergi membuat quilt di gereja.
Pengantar bunga itu memandang berkeliling, kemudian berjalan ke rumah Sophie.
Sophie bangkit dari kursi goyang dan berdiri rapat ke gorden. Lelaki itu mengetuk pintu. Tangan Sophie gemetar ketika dia merapikan rambutnya. Dia sampai ke lorong depan ketika orang itu mengetuk untuk ketiga kalinya.

"Ya?" kata Sophie sambil mengintip ke luar dari pintu yang terbuka sedikit.
"Selamat sore, Bu," kata orang itu keras-keras.
"Maukah Anda menerima titipan barang kiriman untuk tetangga Anda?"
"Ya," jawab Sophie sambil membuka pintu lebar-lebar.
"Sebaiknya saya letakkan di mana?" orang itu bertanya dengan sopan sambil melangkah masuk.
"Tolong letakkan di dapur. Di atas meja."

Orang itu tampak besar bagi Sophie. Dia nyaris tak bisa melihat wajah orang itu di antara topi petnya yang hijau dan cambangnya yang lebat. Sophie lega karena orang itu segera pergi. Dikuncinya pintu setelah orang itu keluar.
Kotak itu panjangnya sama dengan panjang meja dapur.
Sophie berjalan mendekat dan membungkuk untuk membaca tulisannya: "NATALIE'S Flower for Every Occasion."
Wangi mawar menyambutnya. Sophie memejamkan mata dan menarik napas pelan-pelan, membayangkan mawar mawar kuning.
Joe selalu memilih mawar kuning. "To my sunshine," begitu katanya, sambil mengulurkan buket bunga
yang mewah itu. Joe akan tertawa riang, mengecup keningnya,
kemudian menggenggam tangannya dan menyanyikan You Are My Sunshine untuknya.

Pukul lima Bu Mason mengetuk pintu depan rumah Sophie. Sophie masih duduk dekat meja dapur.
Kotak wadah bunga itu sudah terbuka. Sophie meletakkan mawar mawar itu di pangkuannya, menggoyangnya pelan, dan membelai daun bunganya yang kuning lembut.
Bu Mason mengetuk lagi, tetapi Sophie tidak mendengar.
Beberapa menit kemudian tetangganya itu pergi.
Beberapa saat kemudian Sophie bangkit, lalu meletakkan bunga-bunga itu di meja dapur.
Pipinya memerah. Dia menarik bangku rendah menyeberangi lantai dapur dan mengambil vas porselen putih dari sudut atas lemari.
Dengan gelas minum dia mengisikan air ke dalam vas, lalu dengan lembut menata mawar-mawar dan daun-daun itu.
Setelah itu dibawanya vas itu ke kamar duduk.
Dia tersenyum ketika sampai di tengah ruangan.
Dia memutar badannya, kemudian mulai berdansa, melangkah, memutar, membentuk lingkaran-lingkaran kecil. Dia melangkah dengan ringan dan anggun, berkeliling kamar duduk, ke dapur, ke lorong depan, kembali lagi. Dia berdansa sampai kakinya lemas, kemudian menjatuhkan diri
di kursi nyaman itu dan tertidur.

Pada pukul enam seperempat, Sophie terbangun karena kaget. Seseorang mengetuk pintu, kali ini pintu belakang.
Ternyata, Bu Mason.
"Halo, Sophie," kata Bu Mason. "Kau baik-baik saja?
Aku mengetuk pintumu pukul lima dan agak cemas karena kau tidak menjawab. Kau sedang tidur?" Wanita itu terus bicara sambil membersihkan salju yang menempel di sepatu botnya di atas keset.
Kemudian dia melangkah masuk. "Aku benci salju. Kau juga, kan?
Menurut radio, tengah malam nanti salju bisa sampai enam inci. Tapi, kita tak pernah bisa mempercayai mereka.
Masih ingat musim dingin tahun lalu ketika mereka meramalkan salju setebal empat inci dan nyatanya malah dua puluh satu inci?
Dua puluh satu! Dan mereka bilang tahun ini musim dingin
tidak akan terlalu dingin. Ha! Menurutku sudah berminggu minggu suhu tak pernah lebih tinggi daripada nol. Tahukah kau, tagihan minyakku bulan lalu sampai $263?
Padahal rumahku kecil!"
Sophie hanya setengah mendengarkan.
Tiba-tiba dia ingat bunga-bunga mawar itu.
Wajahnya merah padam karena malu.
Kotak bunga yang kosong itu ada di belakangnya di meja dapur.
Apa yang akan dikatakannya kepada Bu Mason?

"Aku tak tahu berapa lama lagi aku masih sanggup membayar tagihan. Kalau saja Alfred, semoga Tuhan
memberkatinya, selalu hati-hati memegang uang seperti Joseph. Joseph! Astaga! Aku hampir melupakan bungabunga mawar itu."
Pipi Sophie terasa panas. Dia bicara tergagap-gagap, meminta maaf, dan melangkah ke samping untuk menunjukkan kotak yang kosong itu.

"Oh, bagus," sela Bu Mason. "Kau sudah memasukkan mawar-mawar itu ke dalam air. Kalau begitu kau
pasti sudah melihat kartunya. Kuharap kau tidak kaget melihat tulisan tangan Joseph. Joseph memintaku
untuk mengirimkan mawar kepadamu pada tahun pertama, jadi aku dapat menjelaskan keinginannya. Dia tidak ingin mengagetkanmu. 'Dana Mawar,' kurasa begitu
dia menamainya. Dia sudah mengaturnya dengan pemilik toko bunga bulan April yang lalu. Pria yang baik,
Joseph-mu..."
Tetapi Sophie telah berhenti mendengarkan.
Hatinya berdebar-debar ketika dia mengambil amplop putih kecil yang tadi tidak dilihatnya. Amplop itu sejak tadi tergeletak di samping kotak bunga.

Dengan tangan gemetar, dikeluarkannya kartu itu.

"To my sunshine," tertulis di situ. "Aku mencintaimu
sepenuh hati. Cobalah bergembira bila kau teringat padaku.
Dengan cinta, Joe."



Source : Book Chicken soup for the couple sop


Baca Juga :
- CARA HACK AKUN FACEBOOK TERUPDATE
- CARA CEPAT DI ADD BANYAK CEWEK FB DALAM WAKTU SINGKAT
- MAU PENGHASILAN 100 RIBU/JAM ?
- DI ADD RIBUAN TEMAN FB DALAM WAKTU SINGKAT


Kembali Ke Atas Go down
http://www.facebook.com/indrabastian.omjin
 

Chicken Soup For The Couple Soul Indonesia - Teringat Padamu

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

 Similar topics

-
» 10 Grup Lawak Paling Berpengaruh di Indonesia
» 20 Alasan Kita Cinta Indonesia
» Si Ulet Keket berangkat Jambore Kawasaki Ninja Indonesia Ke 3 di Semarang 19-20 Juli 2008
» ♣ ~ஜ۩۞۩ஜ~ HasOlFik Indonesia Racing Exhaust ♣ ~ஜ۩۞۩ஜ~ Give Ur Iron Horse More Power n More Style
» Alutista angkatan perang Indonesia ternyata yang terkuat di Asia...
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Berbagi Om Jin :: TAMAN BACAAN :: CERITA-